The Important of Engagement

THE IMPORTANT OF ENGAGEMENT

Jika boleh jujur, seberapa besar Anda merasa engaged di tempat kerja saat ini?

Apakah Anda akan merasa engaged ketika makan bersama baik dengan rekan kerja atau atasan?

Faktanya menurut Gallup’s State of the Global Workplace, lebih dari 85% pekerja di dunia tidak engaged dengan baik di tempatnya bekerja saat ini. Bahkan tidak lebih dari 8% pekerja di UK merasakan hal yang sama. Alhasil 81% diantaranya berencana untuk resign, meskipun belum ada penawaran yang lebih baik. Riset lain dari Smarp menyebutkan bahwa lebih dari 60% perusahaan mengalami kesulitan untuk mempertahankan karyawannya. Maka tidak heran jika dalam setahun cost perusahaan untuk melakukan rekruitmen ulang karyawan mencapai lebih dari $1 M.

Employee engagement adalah kuncinya. Ada banyak definisi terkait hal ini. Namun pada intinya, employee engagement merupakan tolak ukur seberapa besar seorang karyawan merasa menjadi bagian dari perusahaan. Kondisi dimana karyawan memiliki visi yang sama dan berkomitmen besar untuk memajukan perusahaan. Sehingga dengan motivasi dan kesadaran pribadi karyawan tersebut akan bekerja semaksimal mungkin. Hal ini sejalan dengan penelitian Gallup’s Meta Analysis yang menyatakan bahwa perusahaan dengan employee engaged yang baik berpeluang mempunyai profit dan tingkat kehadiran yang lebih tinggi, serta menunjukkan etika yang lebih bermoral di tempat kerja.

Sayangnya, data dari Edelman Trust Barometer menunjukkan bahwa 1 dari 3 karyawan tidak respect dan trust dengan atasannya. Pada dasarnya, karyawan merasa engaged jika aspirasinya didengar dan diberikan kepercayaan secara penuh. Sehingga ia memiliki kesempatan untuk belajar dan berkembang baik secara personal maupun profesional. Jadi tidak cukup hanya dengan sekedar makan atau duduk bersama.

Berikut ini merupakan langkah – langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan employee engagement, antara lain:

  1. Tempatkan karyawan sesuai perannya.
    Hal pertama yang harus dilakukan adalah menempatkan masing–masing karyawan sesuai keahlian yang dimiliki. Dalam arti, semua potensi karyawan dapat dikerahkan semaksimal mungkin untuk mencapai tujuan bersama.
  2. Berikan kesempatan untuk mengikuti training.
    Diharapkan karyawan dapat tumbuh berkembang dan lebih memaksimalkan perannya dalam mencapai goal perusahaan.
  3. Berikan tugas yang berarti.
    Jika karyawan telah diberikan peran yang sesuai dengannya, pastikan bahwa goal perusahaan telah mendarah daging padanya. Sehingga ketika dia diberikan tugas–tugas, ia akan lebih memahami bahwa peran sekecil apapun yang dilakukannya akan memberikan kontribusi yang sangat berarti bagi perusahaan.
  4. Lakukan monitoring secara rutin.
    Umumnya, perusahaan melakukan monitoring setiap 6 bulan atau satu tahun sekali. Namun melihat dinamika zaman yang begitu cepat, alangkah baiknya jika hal tersebut dilakukan lebih sering. Dengan demikian hambatan dan tantangan yang ditemui lebih cepat untuk ditangani. Namun perlu diwaspadai karena monitoring yang berlebihan dapat meninggalkan kesan bahwa atasannya tidak percaya pada tim.
  5. Tingkatkan frekuensi diskusi.
    Atasan yang baik akan selalu terbuka dengan tim. Apapun kondisi yang dihadapi oleh perusahaan akan didiskusikan bersama. Artinya, ada komunikasi dua arah dan feedback positif dari ide maupun pendapat tim. Tidak hanya berisi instruksi semata. Dengan demikian karyawan yang berada di dalamnya merasa bahwa perannya sangat berarti.

Bagaimana dengan kondisi Anda di perusahaan yang sekarang? Jangan buang waktu. Segera perbaiki dan jadilah bagian dari perubahan untuk membangun engagement

Sukses selalu buat Anda dan tim!

3 Juli 2020
Benny Sudjono - Learning Support Supervisor 

“What are the next steps?”

Link to our Services

Link to our Public Seminars

or Contact us:

Email: sarel@sarel.co.id
Phone: (021) 4517458/ 458509571
Mobile: 0878-7722-4521
Website: www.sarel.co.id

© 2022 PT Sarel Sentra Inspira. All Rights Reserved

Made with Mobirise ‌

HTML Site Generator