Emotional Intelligence

EMOTIONAL INTELLIGENCE

Emotional Intelligence (EI) atau kecerdasan emosional mampu mempengaruhi seseorang dalam meraih sukses dan juga untuk memperoleh tanggapan (respon) yang baik dari lingkungannya. Kecerdasan emosional akan mendorong seseorang untuk selalu termotivasi, memiliki rasa empati yang tinggi, kedisiplinan, ketekunan, dan kegigihan serta juga kepekaan sosial yang baik.

Ini berkaitan dengan kemampuan untuk memahami dan mengelola emosi diri sendiri, dan orang-orang di sekitarnya. Orang dengan kecerdasan emosional yang tinggi mengerti tentang apa yang mereka rasakan, bagaimana emosi mereka, dan juga bagaimana dampak emosinya tersebut dalam mempengaruhi orang lain.

Emotional Intelligence bukan semata-mata merupakan bawaan lahir, ini bisa dibentuk bersama berjalannya waktu. Masa kanak-kanak adalah periode yang baik untuk menumbuhkembangkan Emotional Intelligence, pun demikian masa sekarang jikalau memang masa kanak-kanak itu telah terlewatkan.

Seorang leader (pemimpin) sangat penting untuk memiliki tingkat kecerdasan emosional yang baik. 

Menurut Daniel Goleman, seorang psikolog Amerika yang membantu mempopulerkan kecerdasan emosional, ada lima elemen kunci:

  1. Kesadaran diri.
    Tahu bagaimana perasaan Anda, dan Anda tahu bagaimana emosi dan tindakan Anda dapat mempengaruhi orang-orang di sekitar Anda.
  2. Regulasi sendiri.
    Pemimpin yang mengatur diri mereka secara efektif jarang menyerang orang lain secara verbal, membuat keputusan yang terburu-buru atau emosional, stereotip orang, atau membahayakan nilai-nilai mereka. Regulasi diri adalah tentang tetap memegang kendali.
  3. Motivasi.
    Pemimpin yang memotivasi diri sendiri bekerja secara konsisten menuju tujuan mereka, dan mereka memiliki standar yang sangat tinggi untuk kualitas pekerjaan mereka.
  4. Empati.
    Pemimpin dengan empati, memiliki kemampuan untuk menempatkan diri mereka dalam situasi orang lain. Mereka membantu mengembangkan orang-orang di tim mereka, menantang orang lain yang bertindak tidak adil, memberikan umpan balik yang konstruktif, dan mendengarkan mereka yang membutuhkannya.
  5. Keterampilan sosial.
    Pemimpin yang melakukannya dengan baik dalam elemen keterampilan sosial kecerdasan emosional adalah komunikator hebat. Mereka sama terbukanya mendengar berita buruk sebagai kabar baik, dan mereka ahli dalam mendapatkan tim mereka untuk mendukung mereka dan bersemangat tentang misi atau proyek baru.

    (https://www.mindtools.com)

Dengan demikian sangat penting untuk menumbuhkembangkan Emotional Intelligence baik untuk kepentingan pribadi maupun organisasi.

Sukses selalu buat Anda dan tim!

22 Januari 2021
Teguh B. Supahwan

“What are the next steps?”

Link to our Services

Link to our Public Seminars

or Contact us:

Email: sarel@sarel.co.id
Phone: (021) 4517458/ 458509571
Mobile: 0878-7722-4521
Website: www.sarel.co.id

© 2022 PT Sarel Sentra Inspira. All Rights Reserved