Kebiasaan Karena Keadaan

KEBIASAAN KARENA KEADAAN

Pada saat artikel ini ditulis, tanpa terasa sudah 1 tahun pandemi Covid-19 sudah memasuki Indonesia. Saya teringat pada pertengahan Maret 2020, kantor kami memutuskan untuk melakukan Work from Home (WFH), sehingga saya harus melakukan aktivitas kantor di rumah.

Tanpa saya sadari sebelumnya, ada salah satu hal positif yang terjadi pada diri saya setelah menjalani WFH setelah 3-4 bulan pertama dan berlanjut sampai saat ini, yaitu setiap kali berjumpa dengan rekan atau kerabat yang sudah lama tidak bertemu, ada sapaan yang asing tapi menyenangkan bagi telinga saya yaitu "Kamu kurusan ya?"

Jujur pada saat itu, saya tidak tahu apakah hal ini benar adanya atau sekedar sapaan untuk menyenangkan hati saya saja. Sampai akhirnya saya memutuskan untuk menimbang berat badan yang sebelumnya sangat jarang saya lakukan. Dan memang terbukti berat badan saya banyak mengalami penurunan.

Setelah setahun ini, ternyata saya mengalami penurunan berat badan sebanyak kurang lebih 12 kilogram, sesuatu yang saya angan-angankan sebelumnya.

Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Ternyata saya mengalami perubahan pola makan secara perlahan karena WFH. Saya biasanya makan di siang hari dengan membeli makanan secara bebas dengan porsi yang tidak teratur, namun karena melakukan WFH, saya harus makan di rumah bersama keluarga dengan porsi yang teratur dan berlanjut sampai dengan ketika saya mulai kembali bekerja masuk kantor dengan membawa bekal makanan dari rumah. Ditambah dengan hobi bersepeda yang mulai saya lakukan kembali setelah sekian lama sempat saya tinggalkan.

Hal-hal tersebut menjadi kebiasaan yang tidak disengaja atau dapat dikatakan kebiasaan karena keadaan. Ternyata keadaan dan kondisi yang tidak menguntungkan dapat membentuk kebiasaan positif yang membawa pada hasil positif.  

Dari pengalaman tersebut, saya mendapatkan beberapa ide yang dapat diterapkan dalam bidang pekerjaan profesional, yaitu:

  1. Keadaan akibat kondisi yang terjadi di sekitar kita dapat membentuk kebiasaan positif yang baru.

    Ternyata kondisi di lingkungan pekerjaan kita, dapat membentuk kebiasaan yang baru.

    Bukankah saat ini kita mendadak jadi "ahli" dalam penggunaan tools media digital khususnya yang terkait dengan virtual meeting karena terbiasa melakukannya?

    Bukankah saat ini kita "terbiasa" melakukan meeting lintas area dengan biaya yang jauh lebih efisien, yang jarang dilakukan sebelumnya?

    Bukankah saat ini kita "terbiasa" menjadi kreatif karena harus menemukan cara-cara untuk mengatasi krisis yang dihadapi?
  2. Kebiasaan positif yang baru jika ditindaklanjuti dalam jangka panjang akan mendapatkan hasil yang optimal.

    Ketika kita menemukan hal-hal baru dari keadaan yang terjadi, dan menyikapinya secara positif serta terus menindaklanjuti secara konsisten, maka kita akan melihat hasil optimal, bahkan mungkin tanpa disadari.
  3. Bangun "Keadaan" untuk "memaksa" diri melakukan kebiasaan-kebiasaan yang produktif.

    Berdasarkan 2 poin sebelumnya, maka kita dapat mengambil kesimpulan, bahwa kita dapat menciptakan keadaan yang “memaksa” kita untuk mengembangkan kebiasaan-kebiasaan baru yang positif, seperti penggunaan teknologi untuk membuat sistem monitoring dan pelaporan secara otomasi, atau kita dapat membentuk kelompok-kelompok Community of Practice (COP) untuk saling mengingatkan, atau dengan membangun budaya organisasi dengan merumuskan indikator-indikator perilaku untuk membangun budaya organisasi yang diharapkan.

Saya teringat kalimat dari seorang bijak yang mengatakan, “Pada mulanya kita yang membentuk kebiasaan, namun pada akhirnya kebiasaan yang akan membentuk kita.”

Marilah kita membangun kebiasaan-kebiasaan positif bahkan dari kondisi yang tampaknya kurang menguntungkan, karena dibalik itu semua mungkin saja ada sesuatu keuntungan yang tidak disadari sebelumnya.  

Sukses selalu buat Anda dan tim!

9 April 2021
Cakrajono Lawoto - Director of Learning & Development 

“What are the next steps?”

Link to our Services

Link to our Public Seminars

or Contact us:

Email: sarel@sarel.co.id
Phone: (021) 4517458/ 458509571
Mobile: 0878-7722-4521
Website: www.sarel.co.id

© 2022 PT Sarel Sentra Inspira. All Rights Reserved