Manfaat Dari Bertanya Mengapa

MANFAAT DARI BERTANYA “MENGAPA”

Pada tahun 2009, melalui bukunya “Start with Why”, Simon Sinek membahas tentang pentingnya pertanyaan “mengapa”. Simon membahas tentang Lingkaran Emas (Golden Circle), yaitu satu lingkaran yang terdiri dari 3 lapis lingkaran , “why” sebagai lingkaran inti, “how” sebagai lapis lingkaran kedua dan “what” sebagai lapis lingkaran luar.

Simon menyampaikan bahwa sebagian besar orang menggunakan pendekatan “outside-in thinking”, mulai dari “what”, kemudian “how” dan terakhir “why”, sedangkan “inside-outside thinking” adalah cara lain yang dapat memberikan inspirasi bagi kita dan orang-orang di sekitar kita, yaitu mulai dari “why”, kemudian “how” dan terakhir “what”.

Sebagaimana Simon menyampaikan konsep tentang pentingnya bertanya “mengapa”, marilah kita renungkan bersama, manfaat-manfaat apa saja yang kita dapatkan dengan bertanya “mengapa” di dalam kehidupan kita sehari-hari, baik dalam pekerjaan maupun dalam kehidupan pribadi.

Pertama, pertanyaan “mengapa” akan membawa kelanggengan.

Dengan bertanya “mengapa”, kita diarahkan kepada “alasan mendasar” dari sebuah tindakan atau keputusan yang akan diambil, sehingga kita dapat menghindari penyesalan di kemudian hari atau berhenti di tengah jalan.

Kedua, pertanyaan “mengapa” mengarahkan kepada motif utama dari setiap tindakan dan keputusan kita.

Dengan bertanya “mengapa” kita dapat memeriksa motif dari setiap tindakan dan keputusan yang kita ambil, sehingga dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko dari tindakan dan keputusan tersebut.

Ketiga, pertanyaan “mengapa” menjadikan kita utuh dan dapat berdamai dengan diri sendiri.

Ada kalanya terjadi pertentangan antara nalar dan perasaan atas suatu tindakan atau keputusan yang akan kita ambil. Menurut nalar kita, tindakan atau keputusan yang terbaik adalah A, padahal perasaan kita mengarahkan kepada tindakan atau keputusan B. Dengan bertanya “mengapa” kita dapat menyatukan antara nalar dan perasaan atas setiap tindakan dan keputusan yang diambil.

Keempat, pertanyaan “mengapa”melepaskan kita dari mentalitas korban.

Setiap tindakan atau keputusan memiliki risiko dan konsekuensi. Ada kalanya konsekuensi tersebut tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, mudah sekali untuk mengeluhkan situasi dan kondisi yang terjadi. Dengan bertanya “mengapa” kita kembali diingatkan bahwa ini adalah sebuah pilihan dan kita bertanggung jawab terhadap pilihan atas setiap tindakan atau keputusan yang dibuat.

Kelima, pertanyaan “mengapa” mendorong kita untuk memberi kontribusi.

Dengan bertanya “mengapa”, maka kesadaran akan tanggung jawab dari setiap tindakan dan keputusan yang kita ambil akan meningkat, hal ini akan mendorong kita untuk mengambil inisiatif atas solusi dan perbaikan yang diperlukan.

Dengan bertanya “mengapa”, maka kesadaran akan tanggung jawab dari setiap tindakan dan keputusan yang kita ambil akan meningkat, hal ini akan mendorong kita untuk mengambil inisiatif atas solusi dan perbaikan yang diperlukan.

Sukses selalu buat Anda dan tim!

3 September 2021
Cakrajono Lawoto - Director of Learning & Development 

“What are the next steps?”

Link to our Services

Link to our Public Seminars

or Contact us:

Email: sarel@sarel.co.id
Phone: (021) 4517458/ 458509571
Mobile: 0878-7722-4521
Website: www.sarel.co.id

© 2022 PT Sarel Sentra Inspira. All Rights Reserved