The Power of Priority

THE POWER OF PRIORITY

Pernahkah Anda berada dalam posisi terdesak oleh berbagai macam deadline dalam waktu bersamaan? Belum lagi jika ditambah oleh serangkaian pekerjaan baru yang seolah tiada hentinya. Tentu sangat melelahkan. Selain dituntut untuk menyelesaikan secara terburu-buru, hasilnyapun terkadang kurang maksimal. Di sinilah peran penting kita supaya tidak salah menempatkan prioritas. Agar kita mampu menentukan skala prioritas secara tepat, maka kita tidak bisa lepas dari sikap proaktif dalam berperan dan bagaimana memulai sesuatu sesuai dengan tujuan yang diharapkan atau ingin dicapai.

Prioritas adalah langkah untuk memetakan mana yang lebih diutamakan dari suatu hal yang penting dan mendesak. Dalam peranan yang lain, skala prioritas bermanfaat dalam proses pengaturan arus prioritas, memilah dan memilih mana yang termasuk penting dan mendesak. Penting, jika hal tersebut membawa kita semakin mendekati tujuan yang ingin dicapai. Hal tersebut didapat karena sudah ada dalam perencanaan dan target yang disusun sebelumnya. Sedangkan mendesak jika sesuatu harus dilakukan atau dijalankan saat itu juga, tidak dapat ditunda dan bersifat mendadak dalam arti ketersediaan waktu yang sedikit dan terbatas.

Seringkali kita merasa bahwa sesuatu itu penting setelah hal tersebut menjadi mendesak. Maka seharusnya kita benar-benar memahami apa saja indikator penting. Tujuannya, agar kita mampu memetakan skala prioritas dengan tepat. Contohnya, standard keamanan di dalam sebuah gedung adalah tersedianya tangga darurat dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Hal tersebut merupakan sebuah langkah antisipasi terhadap hal-hal yang tidak diinginkan. Jika tidak dipersiapkan sejak awal, maka sangat memungkinan terjadinya hal mendesak saat terjadinya bencana.

Jika demikian, manakah yang harus diprioritaskan: penting atau mendesak? Prinsipnya, suatu hal tidak akan menjadi mendesak jika sudah direncanakan dengan baik sebelumnya. Sementara mendesak terjadi karena ketersediaan waktu yang sudah mendekati deadline atau sudah habis. Sehingga seharusnya penting harus lebih diprioritaskan dibandingkan mendesak. Namun tentu saja hal tersebut tidak bersifat mutlak. Ada kasus-kasus tertentu yang dapat menjadi pengecualian, misal: tugas penting seorang customer service adalah mengangkat telepon, namun ketika ada customer yang ingin melakukan pengaduan telepon tidak diangkat, maka hal tersebut akan menjadi mendesak. Lain halnya bagi karyawan biasa, di mana mengangkat telepon bukan merupakan prioritas tugasnya. Contoh lain yaitu latihan bermain games untuk para professional gamers. Berbeda dengan orang awam yang sebaiknya tidak terlalu lama bermain games, professional gamers justru dituntut untuk berlatih secara intensif. Jika tidak, maka hal tersebut akan menjadi mendesak saat mendekati pertandingan karena kesiapan professional gamers yang kurang.

Kita bisa kategorikan bahwa penting dan mendesak akan menjadi prioritas utama. Namun yang paling ideal adalah hal penting namun tidak mendesak. Artinya suatu hal penting harus direncanakan dengan baik agar tidak menjadi mendesak. Contohnya pekerjaan yang tidak segera diselesaikan akan berubah menjadi mendesak jika sudah mendekati deadline. Maka sebaiknya jika suatu pekerjaan dilakukan sesuai rencana. Tentu hal ini dilakukan dengan melihat pertimbangan skala prioritas yang lain agar tidak terjadi penundaan dan melampaui deadline yang sudah ditetapkan.

Untuk mencapai sebuah kesuksesan dalam pekerjaan maka kita harus mampu memahami dan memetakan skala prioritas dalam segala aktivitas. Kita sewajarnya dapat membedakan hal penting dan mendesak. Termasuk di dalamnya dapat membedakan apa saja hal penting yang harus segera dilakukan dan hal mendesak lainnya yang bisa diantisipasi. Namun bagi sebagian orang, tentu tidak mudah untuk menentukan skala prioritas.  

Berikut beberapa tips dalam menentukan prioritas agar hal penting tidak menjadi mendesak:

  1. Tentukan dan petakan hal-hal apa saja yang dirasa penting (terkait pencapaian tujuan dan rencana) dan mendesak (terkait ketersediaan waktu).
  2. Susunlah jadwal untuk menyelesaikan hal-hal penting tersebut.
  3. Buatlah agenda baik secara tertulis manual atau digital agar bisa lebih fleksibel.
  4. Tidak menunda pekerjaan meskipun deadline masih lama.
  5. Buatlah check list agar jangan sampai ada yang terlewat.

Kami mendorong setiap insan di dalam sebuah organisasi mampu untuk menyadari dan mempersiapkan diri untuk memetakan prioritas dalam dirinya agar mampu menghadapi segala hal dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya di organisasi dengan baik.

Sukses selalu buat Anda dan tim!

30 April 2020
Benny Sudjono - Learning Support Supervisor 

“What are the next steps?”

Link to our Services

Link to our Public Seminars

or Contact us:

Email: sarel@sarel.co.id
Phone: (021) 4517458/ 458509571
Mobile: 0878-7722-4521
Website: www.sarel.co.id

© 2022 PT Sarel Sentra Inspira. All Rights Reserved

Created with Mobirise ‌

Website Maker