Coaching Yang Mengembangkan

COACHING YANG MENGEMBANGKAN

Bagi beberapa orang kalau mendengar istilah Coaching langsung yang terbayang adalah dimarahi, ditegur habis-habisan, “dikeramasi”, dan sebagainya.

Itulah yang terkadang terjadi di sekitar kita tentang pemahaman coaching yang keliru.

Sesi Coaching sangat membantu seseorang/kelompok untuk menuju suatu tujuan yang telah ditetapkan dengan benar dan cepat, ataupun dalam mendapatkan jalan keluar (solusi) atas suatu masalah.

Mengapa coaching diperlukan? Salah satu alasannya adalah adanya “blank spot” yang sering kita tidak menyadarinya, ada hal-hal tertentu yang tidak terpikirkan oleh kita dikarenakan banyaknya beban pikiran (tidak fokus) atau kita terlanjur terjebak pada suatu rutinitas yang ternyata tidak bisa diterapkan untuk mencari suatu solusi atas kondisi yang sedang kita hadapi.

Dalam menyadarkan/menemukan alternatif suatu langkah yang tersembunyi dalam “blank spot” ini bisa dilakukan dengan dialog coaching yang nyaman (enjoy) dan ada saling percaya (trust) antar pelakunya, sama sekali tidak ada keterpaksaan atau bahkan kemarahan.

Dialog dalam sesi coaching melibatkan minimal 2 orang, Coach (yang memberi coaching) dan Coachee (yang menerima coaching). Sesi coaching juga bisa dilakukan untuk kelompok bukan hanya pribadi. Coachee “dengan sadar” memerlukan sesi coaching untuk mendapatkan solusi atau langkah atas apa yang dihadapi.

Dalam dialog ini akan mencari jawaban/ solusi dengan mengembangkan potensi Coachee. Seorang Coach tidak akan pernah menunjukkan secara langsung tentang solusinya, namun membantu melalui dialog yang dilakukan dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan “powerfull” agar Coachee menemukan solusi sendiri, sehingga solusi ditemukan oleh Coachee. Ini sangat penting untuk menciptakan kesediaan Coachee dalam mengeksekusi langkah (solusi) yang telah ditemukan tersebut, karena Coachee merasa “memiliki/ menemukan” sendiri berdasarkan kemampuannya.

Tugas Coach selanjutnya adalah memastikan langkah-langkah yang ditemukan Coachee tersebut benar-benar dieksekusi oleh Coachee, biasanya dilakukan dalam sesi coaching berikutnya, termasuk membahas tentang segala sesuatu terkait dengan langkah eksekusi yang telah dilakukan dan juga membahas bagaimana selanjutnya sampai tujuan tercapai, masalah berhasil diatasi. Dengan demikian sisi coaching tidak bisa dipastikan hanya terjadi satu kali saja, bisa beberapa kali tergantung dari perkembangan dan pencapaian kondisi yang diinginkan.

Salah satu kemampuan penting yang harus dimiliki seorang Coach adalah “seni bertanya”, bukan memberikan solusi, bahkan seorang Coach seringkali tidak menguasai detil tentang permasalahan seorang Coachee. Dengan langkah-langkah sesi coaching yang demikian, diharapkan terjadi pengembangan potensi Coachee, Coaching yang mengembangkan. Penggambaran tentang Coaching Yang Mengembangkan” ini membuktikan bahwa sebenarnya sesi Coaching bukanlah ajang orang marah-marah, bukan juga ajang keramas.

Kami mendorong/mengajak Anda untuk membudayakan Coaching yang mampu mengembangkan potensi Coachee.

Sukses selalu buat Anda dan tim!

17 Juli 2020
Teguh B. Supahwan

“What are the next steps?”

Link to our Services

Link to our Public Seminars

or Contact us:

Email: sarel@sarel.co.id
Phone: (021) 4517458/ 458509571
Mobile: 0878-7722-4521
Website: www.sarel.co.id

© 2022 PT Sarel Sentra Inspira. All Rights Reserved

Made with Mobirise ‌

Offline Web Page Maker