Perkembangan online sales kian menunjukkan gelagat yang menggiurkan. Dilansir dari statista.com, selama tahun 2018 sebanyak 1.8 miliar orang di seluruh dunia melakukan transaksi pembelian secara online. Di tahun yang sama, global e-retail mencatat bahwa pertumbuhan online sales mencapai 2.8 triliun US dolar dan diperkirakan akan meningkat hingga 4.8 triliun US dolar di tahun 2021.
Di Indonesia sendiri, nilai transaksi online sales tahun 2019 mencapai 265.07 triliun. Jumlah ini meningkat tajam dari tahun sebelumnya yaitu 145.95 triliun dan 80.82 triliun di tahun 2017. Hal ini diperkuat oleh analisis dari wearesocial.com yang menyebutkan bahkan 60.5% orang memiliki preferensi untuk berbelanja secara online. Responden menyatakan jika berbelanja secara online dapat lebih cepat dan efisien. Selain itu, adanya diskon, harga yang lebih rendah, dan fleksibilitas waktu berbelanja di online shop merupakan daya tarik tersendiri. Ditambah lagi kita tidak perlu menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk berkunjung ke toko.
Data di atas membuktikan bahwa sebagian besar masyarakat dunia telah bergerak dan bertransformasi dari offline menjadi online. Tentu ada perbedaan perlakuan konsumen di offline maupun online. Konsumen yang gemar berbelanja secara offline biasanya sudah memiliki kecenderungan dengan merek-merek tertentu. Sedangkan konsumen online terdiri dari kalangan rasional yang lebih mempertimbangkan efisiensi harga dan waktu. Mereka lebih fleksibel dengan brand, namun sangat aware dengan testimoni dari pengguna produk sebelumnya. Di dunia online, testimoni adalah nyawa untuk menarik konsumen berikutnya.
Perbedaan perilaku konsumen offline dan online tentu merupakan tantangan tersendiri bagi dunia sales. Terlebih dengan situasi dunia di tengah pandemik saat ini. Dimana kondisi ekonomi dunia sedang tidak dalam keadaan baik–baik saja. Inflasi tinggi, sementara orang masih enggan beraktivitas keluar sehingga permintaan pasar rendah. Inilah waktunya untuk mengubah strategi sales.
Jika dulu sales harus melakukan face to face dengan calon konsumen, maka hal ini tidak dapat dilakukan dalam dunia online. Kini, konsumen dengan mudah mencari informasi secara online hanya dengan diam di tempat. Inilah yang disebut ZMOT (Zero Moment of Truth), siapa yang paling mudah ditemukan secara online lebih berpotensi untuk dipilih. Kuncinya adalah penentuan kata kunci yang tepat atas produk atau jasa kita. Itulah tantangan baru bagi seorang online sales.
Untuk memaksimalkan proses transformasi sales, setidaknya harus ada perubahan mindset. Kita tidak boleh terpaku dengan fixed mindset, melainkan harus terus bertumbuh dan berkembang atau yang sering disebut growth mindset. Sekarang bukanlah saatnya yang besar mengalahkan yang kecil. Namun yang tercepat lah yang akan mengalahkan yang lambat. Kecepatan adalah poin utama bagi seorang sales. Tidak hanya terpaku pada kecepatan dalam melayani, namun juga harus meng-cover kecepatan dalam proses transaksi dan durasi penyelesaian keluhan konsumen.
Jadilah sales yang memiliki growth mindset dalam melakukan percepatan di segala aspek penjualan.
Sukses selalu buat Anda dan tim!
4 September 2020
Benny Sudjono - Learning Support Supervisor
Link to our Services
Link to our Public Seminars
or Contact us:
Email: sarel@sarel.co.id
Phone: (021) 4517458/ 458509571
Mobile: 0878-7722-4521
Website: www.sarel.co.id